Jembatan bisa dicor ulang, kepercayaan pedagang tidak
Tajuk redaksi tentang apa yang hilang selain omzet.
Edisi 12 Pekan ini
Tiga bulan pengerjaan, satu jalur pengalihan, dan puluhan warung yang sepi. Kami menyusuri jalur selatan dari sisi yang jarang diberitakan: dapur-dapur pedagangnya.
Pasokan dari petani dataran tinggi mulai normal setelah tiga pekan tersendat.
Menang adu penalti 4-3 di semifinal; lawan dari Malang sudah menunggu.
Petani kopi lereng gunung menjual langsung tanpa perantara.
Satu mobil, 900 buku, dan relawan pembaca dongeng.
Petani sempat menunda tanam dua bulan karena saluran tersumbat longsoran.
Harga es turun sepertiga; ikan bertahan sehari lebih lama sampai ke pasar.
Dua hari festival menjual habis 1,2 ton kopi. Tapi 363 hari sisanya, petani lereng gunung tetap bergantung pada tengkulak yang sama. Kami mengikuti satu karung kopi dari kebun sampai cangkir.
“Festival itu seperti hari raya. Sehari kenyang, setahun lapar.”Petani kopi, Silo
Baca laporannyaSejak jam buka dimajukan, pasar pagi desa punya dua jam yang dulu tidak ada. Kami memotretnya sebelum matahari.
Tajuk redaksi tentang apa yang hilang selain omzet.
Seorang guru SD menghitung rak perpustakaan sekolahnya.
Kami tidak mengejar cepat. Tiap Jumat sore: satu cerita sampul, lima bacaan pilihan, satu esai visual.